CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS �
Tampilkan postingan dengan label pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pria. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 04, 2012

HE IS THE LUCKY ONE


Apakah kriteria utama calon suami yang akan kamu pilih? 
Bagaimanakah karakter dan sifatnya? 
Apa alasannya? Siapakah pria yang beruntung itu?
Kalian mau tahu jawaban yang terlontar dari mulut para wanita? 
Inilah jawaban mereka!

Simak baik-baik. Check it out my friends… ^_^
(Sumber gambar :autism-community.com)
  1. Pria yang bertanggung jawab, yang mau menikahi sang wanita, yang mau menerima segala kekurangannya, menempati posisi utama di hati para wanita dewasa yang ingin segera menikah dan berkeluarga.
  2. Pria mapan, kata mereka, bukan yang kaya, tapi yang mapan, pria itu harus mempunyai pekerjaan tetap sehingga bisa menghidupi dan mencukupi keperluan hidup setelah menikah.
  3. Pria yang dewasa dan bijaksana dalam berpikir dan bertindak.
  4. Pria yang menyayangi wanita dan juga orang tuanya, bisa membaur dan bisa menerima keluarga besarnya.
  5. Pria sabar dan pengertian.
  6. Pria yang taat beragama, yang bisa menjadi imam yang baik, yang benar-benar menjalankan perintah agama secara keseluruhan dalam segala aspek kehidupannya sehingga bisa saling mengingatkan saat salah-satunya berbuat salah, membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah.
  7. Pria yang baik kelakuannya. Alasannya, wanita tidak perlu lagi mengawasi tingkahlaku suaminya setelah menikah
  8. Pria yang menyenangkan, bisa membahagiakan hati wanita saat ia sedang sedih.
  9. Pria pintar dan cerdas, wanita suka jika suami mereka bisa menjelaskan semua hal.
  10. Pria yang tampan menjadi pilihan terakhir, walaupun wanita tidak memungkiri sangat menginginkan pria tampan menjadi suaminya, untuk memperoleh keturunan yang baik secara genetik, tapi jika mereka dihadapkan dengan masalah hati setelah menikah, mereka memilih pria yang berfisik biasa saja untuk menjadi suaminya. Mungkin dengan pilihan seperti itu mereka akan merasa lebih tentram hidupnya. 

Masih banyak kriteria lain yang belum saya kemukakan disini, ini hanya sebagian kecil ungkapan hati beberapa wanita, pastinya tidak akan mewakili keinginan semua wanita.

Sebagian besar wanita menginginkan pria yang setara bahkan harus lebih tinggi tingkatannya. Hal tersebut melingkupi berbagai macam aspek kehidupan, seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, pola pikir, umur, dll.

Tetapi pada dasarnya semua wanita menginginkan pria yang menjadi suaminya kelak adalah pria yang bisa menerima semua kelemahan dan kekurangannya serta menjadikannya wanita istimewa dan satu-satunya, yang selalu setia mencintainya dan menyayanginya sepenuh hati, yang bisa menjadi imam dan pemimpin dalam keluarganya, yang menegurnya saat ia salah, yang tegas terhadapnya, yang sopan memperlakukannya, yang menghiburnya saat sedih datang padanya, yang menjadi ayah dari anak-anaknya, yang selalu mendengarkan cerita dan keluhannya, yang bercanda gurau dengannya, yang menguatkannya saat ia lemah, yang memberikan solusi atas masalahnya, yang akan hidup bersamanya dikala suka dan duka hingga tua renta dan ajal menjemputnya. Dialah pria yang bertanggung jawab membawanya menuju surga di dunia dan akhirat nanti.

Dialah pria beruntung itu. “Yes, he is the lucky one”

The beauty is you, The beauty of attitude and religion.

Keep fighting, keep praying, and keep smile ^_^



Minggu, April 05, 2009

KENAPA YA ? LEBIH BANYAK WANITA DIBANDINGKAN PRIA ! APAKAH GARA-GARA KROMOSOM PRIA SEMAKIN LEMAH ? ? ?



Kromosom Y, bagian terbesar DNA yang membawa kode kelamin pria, telah kehilangan begitu banyak gen selama proses evolusi. Para ilmuwan memperkirakan kromosom ini akan benar-benar hilang dalam 10 juta tahun mendatang. Tapi, berdasarkan penelitian terbaru hal tersebut masih belum tentu benar.

Para peneliti menemukan, tidak ada gen yang hilang selama 6 juta tahun terakhir. "Hal ini menunjukkan bahwa kromosom memelihara dirinya dengan baik," kata peneliti David Page dari Whitehead Institute for Biomedical Research di Cambridge, Massachusetts.

Perhitungan matematis yang sudah ada menunjukkan bahwa tingkat penurunan gen melambat seiring berkembangnya kromosom, demikian laporan Page dan rekannya dalam jurnal Nature. Mereka menyatakan bahwa hal tersebut bertentangan dengan pendapat ’jurang kematian’ sebagaimana disebut Page yang menyatakan bahwa kromosom Y berangsur-angsur mati.

Kromosom Y pada manusia muncul sejak 300 juta tahun lalu dan terus mengalami degradasi menjadi kromosom yang lemah. Karena itu, kromosom-kromosom lainnya harus berjuang untuk bebas dari kerusakan DNA. Proses mutasi telah mematikan ratusan gen asli sehingga tidak lagi berguna. Kromosom Y sekarang hanya terdiri atas 27 gen saja.

Pada 2003, Page melaporkan bahwa kromosom Y modern yang muncul sekarang memiliki mekanisme khusus untuk memastikan setengah gen yang dimiliki bebas dari kerusakan. Tapi, ia mengatakan bahwa sejumlah ilmuwan tidak setuju dengan kesimpulannya. Oleh karena itu, makalah terbaru ini kemudian memfokuskan pada bagian kromosom Y, di mana gennya tidak dapat dipastikan untuk berfungsi.

Para peneliti membandingkan gen yang terdapat pada manusia dan simpanse. Manusia dan simpanse telah memiliki jalur evolusi yang berbeda sejak 6 juta tahun lalu sehingga para ilmuwan beralasan bahwa perbandingan ini akan menunjukkan gen-gen yang mati pada masing-masing spesies saat itu.

Yang mengejutkan, mereka menemukan 5 buah gen yang rusak pada kromosom simpanse tapi tidak satu pun ditemukan pada kromosom manusia. Hal inilah yang bertolak belakang dengan pendapat bahwa kromosom Y manusia mengalami kemunduran terus-menerus sehingga mungkin benar-benar hilang dalam 10 juta tahun.

Jennifer A. Marshall Graves dari Australian National University di Canberra, seorang peneliti gen yang berpendapat tentang kemunduran kromosom Y menyebut penelitian ini sangat menarik tapi tetap bukan berarti menolak anggapan bahwa Y terus melemah.

"Pertanyaan yang paling tepat adalah kapan, bukan apakah kromosom Y mati karena mungkin membutuhkan waktu yang lebih pendek daripada 10 juta tahun atau bahkan lebih lama," katanya

"Kromosom Y telah hilang pada beberapa hewan dan tidak ada alasan untuk berharap hal tersebut tidak terjadi pada manusia," lanjutnya. Menurutnya, jika hal tersebut terjadi pada manusia, kromosom lain mungkin akan mengambil peran untuk menentukan jenis kelamin manusia.



Referensi :

http://www. kompascybermedia.com

http://www.newscientist.com